PAI Cabang Bandung

Targetkan Anggota Jadi Pebisnis

Posted on: November 16, 2007

Targetkan Anggota Jadi Pebisnis
KOMUNITAS apa yang setiap pertemuannya selalu ditemani anggrek? Jawabannya tentu saja, komunitas anggrek. Salah satu kumpulan pencinta anggrek ini dikenal dengan nama Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI). Namun karena kedudukannya di Kota Bandung, PAI Jabar sering disebut PAI Bandung-Raya.

 Saat “PR” bertandang ke komunitas ini, beberapa pot anggrek cantik menemani pertemuan. Satu pot anggrek berisi satu spesies dan beberapa pot lainnya hasil silangan dari spesies-spesies tersebut. Malah ada juga, satu pot anggrek yang sedang sakit.

Rupanya, pertemuan rutin bulanan mereka, memang bukan sekadar membicarakan berbagai perkembangan hasil persilangan anggrek. Tetapi juga membahas kasus-kasus anggrek yang sedang sakit.

“Jangan malu, bawa saja. Apa pun keadaannya. Kita akan membahasnya di sini secara bersama-sama,” ujar Kiki Hendarsyah, Sekretaris PAI yang dikenal sebagai penyilang generasi baru. Saat berbincang Kiki didampingi Wakil Ketua PAI Weda. Sedangkan Ketua PAI Amar Rasyad kebetulan tidak bisa menyertai pertemuan itu karena harus mengikuti rapat di ITB untuk persiapan pameran.

Namun, saat membuka acara pertemuan anggota PAI Amar mengajak semua anggota untuk serius dengan anggrek. Agar anggrek tidak lagi haya dianggap sebagai hobi tetapi juga sebuah peluang bisnis yang dapat dikembangkan dan dapat meningkatkan taraf hidup seseorang.

Sekretariat PAI beralamat di Jln. Rereng Manis No. 30 Sukaluyu Bandung. Namun, pertemuan rutin yang juga acara halalbihalal dan penerimaan anggota baru kali ini, diselenggarakan di ruang pertemuan Dinas Pertanian Jawa Barat yang terletak di Jln. Surapati Bandung.

“Pertemuan rutin bulanan kita memang selalu diadakan di sini. Tepatnya, setiap Sabtu minggu ketiga,” ujar Weda. Beberapa anggota pun baru mengenalkan diri sebagai ibu rumah tangga, pensiunan, pegawai swasta, petani, dll.

Sebagian besar dari mereka sudah mengenal anggrek dan bergabung dengan PAI untuk memperoleh informasi lebih jauh tentang anggrek. Seperti diakui Maman yang sebelumnya lama bergerak di tanaman bonsai. Ia mengaku ingin lebih berkonsentrasi pada anggrek.

“Anggrek itu stabil dan prospeknya cerah. Hampir semua orang menyukai anggrek. Makanya, saya ingin mencoba konsentrasi ke situ sekarang,” ujarnya.

Hal sama diakui Tjatja karyawan PTDI. Menurut dia, anggrek itu tanaman mediterania yang sangat cocok dengan kondisi iklim Indonesia. Spesiesnya juga sangat banyak, bahkan kalau melihat anggrek hasil silangan, tidak ubahnya melihat fashion.

Kalau trennya sedang ke satu jenis tertentu, maka pasar pun akan mengikuti. Hal itu berimbas kepada para petani penyilang sehingga pertumbuhan dan permintaannya pun pesat. “Kalau seperti ini, kita juga kan bisa memanfaatkan peluang bisnisnya,” ujar dia.

**

KEGIATAN PAI menurut Weda diarahkan pada target pembentukan penghobi menjadi pebisnis. Di samping tentu saja berbagai upaya pelestarian agar anggrek tetap digemari dan tidak punah.

Secara organisasi, PAI mempunyai 4 divisi, divisi pelatihan (training), divisi penelitian dan pengembangan (litbang), divisi publikasi, dan divisi bisnis. Untuk divisi pelatihan, pengurus menyiapkan 4 level pelatihan bagi anggota. Mulai dari pengenalan, perawatan, pengembangbiakan, dll.

Untuk divisi litbang, pengurus bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Bandung untuk pengembangan pembibitan di laboratorium. Mulai dari seedling, pembotolan, sampai kloning, dll. Ke depan, divisi ini akan menjadi wadah pelestarian anggrek.

Sedangkan untuk divisi publikasi, pengurus masih belum menentukan media komunikasi yang akan dipakai antarmereka. “Tadinya ingin membuat buletin, tapi sayang suka tercecer. Sedangkan kalau komunikasi lewat internet belum semua anggota terbiasa menggunakannya. Jadi masih akan dipikirkan,” demikian Weda.

Untuk divisi bisnis, pengurus memberikan berbagai ilmu dan pengalaman kepada anggota tentang berbagai peluang bisnis. Mulai dari pengenalan market, pengembangan market, dan persaingan market. Diharapkan, target organisasi menjadikan anggotanya sebagai pebisnis di bidang anggrek dapat tercapai.

“Inilah paradigma yang ingin kita ubah. Dulu, penghobi sekadar untuk kesenangan. Kesannya pun cenderung konsumtif. Tapi sekarang, orientasi organisasi lebih diarahkan pada pengembangan bisnis para anggota sehingga mereka bisa lebih produktif,” jelas Weda menambahkan.

Selain materi-materi serius seperti itu, pengurus yang lebih berpengalaman kerap membagi ilmu dan pengalamannya kepada sesama anggota.

**

KEGIATAN lain yang cukup menarik minat anggota adalah mengunjungi kebun. Anggota PAI senior yang mempunyai kebun (nursery), menerima sesama anggota untuk berkunjung ke kebunnya. Di tempat inilah, mereka belajar langsung bagaimana mengelola dan mengembangkan kebun anggrek menjadi lahan bisnis.

Kegiatan lain yang tidak kalah penting dan bisa mendatangkan uang adalah pameran. Berbeda dengan pameran yang digelar asosiasi para penjual, pameran PAI diselenggarakan maksimal 2 kali dalam setahun. Tetapi karena kesempatannya sangat langka, pameran seperti ini biasanya besar-besaran dan cukup menangguk untung bagi para peserta.

Khusus untuk lomba-lomba, PAI juga kerap menjadi juri lomba. Meski belum ada standar penilaian secara nasional, kata Weda, juri menggunakan sistem penilaian mengacu pada kriteria-kriteria tertentu berdasarkan wawasan dan pengalaman. Dalam organisasi, penentuan kriteria ini juga sering dibahas sebagai pengetahuan bagi anggota.

Sama halnya organisasi-organisasi lain yang tidak mengikat, komunitas yang beranggotakan 200-an orang ini, tidak mematok iuran resmi. “Kalau ditentukan, pengurus harus memberi feed back sesuai uang yang sudah dikeluarkan. Makanya, di sini kita santai saja. Siapa yang punya uang dan ingin nyumbang, silakan. Tidak juga enggak apa-apa. Kalau untuk konsumsi kecil, masak sih enggak bisa,” ujar Weda lagi.

Meski sangat sederhana, kedekatan antaranggota sangat terasa. Bahkan, Kiki yang kerap mengikuti pertemuan anggrek di luar negeri seperti Singapura, tidak pelit berbagi pengalamannya kepada sesama anggota.

Nah, jika Anda termasuk pencinta anggrek dan tidak ingin sekadar menjadi konsumen yang konsumtif untuk terus membeli, saatnya mengubah cara berpikir. Menjadikan hobi tanaman anggrek Anda lebih berorientasi bisnis. Kalau Anda tidak tahu bagaimana cara memulainya, pintu PAI selalu terbuka. Begitu kata Amar, Weda, Kiki, dkk. (Eriyanti/”PR”)***

Dikutip dari : Harian PIKIRAN RAKYAT,  Edisi Cetak – Rabu, 14 Nopember 2007

Iklan

5 Tanggapan to "Targetkan Anggota Jadi Pebisnis"

salam kenal,
kebetulan saya tinggal di banjarmasin, kalsel (nggak papa khan ikutan belajar ke pai bandung)
masih pemula, pengin menimba ilmu tentang per anggrekan
semoga banyak ilmu yang bisa aku dapet di sini.
disini lagi coba memelihara terutama yang spesies
PAI Bandung :> Rekan Taufik, terima kasih atas komentarnya. Wah senang dapat teman dari banjarmasin, bisa dong diperpanjang silahturahminya nih. Mengenai Anggrek Species, itu susah-sudah gampang ya ? Tetapi semuanya punya prospek secara bisnis. Boleh tahu anggrek species apa yang sedang di budidayakan ? Ditunggu info selanjutnya.

bang ufik saya udien di Bali, ini saya ada bermacam jnis anggrek spcs khas Bali Ada minat gak beli,? klau ada silakan hub 085237172299

saya sbg pmula baru saja mncoba bibit botolan jenis catellya dan phalaenopsis,skrg berumur 3minggu namun yg sangat kecil bibitnya pada mati skrang tersisa skitar 30bibit,mau donk infonya mengenai perawatan setelah aklimatisasi

Salam kenal..maaf saya pemula dalam masalah penganggrekan untuk anggota PAI ini apa dikhususkan untuk para anggota yang memang sudah mahir dalam masalah penganggrekan ato boleh juga untuk pemula..Soalnya Setelah membaca tulisan diatas saya berminat sekali untuk mengikuti pelatihan (untuk menambah wawasan). Terimakasih dan mohon maaf sebelumnya..TX

Salam kenal,
Saat ini saya baru 1 bulan pindah ke Bandung. Saya sedang mengikuti pendidikan di RS. Hasan Sadikin. Sebelumnya saya tinggal di Jakarta. Sejak SMU saya adalah penggemar anggrek, itupun karena tertular oleh ayah saya yang juga penggemar anggrek. Kalo boleh, saya mau mendaftarkan diri sebagai anggota PAI-Bandung Rya, supaya saya dapat lebih mengenal komunitas anggrek di Bandung. Siapa tau saya dapat info2 menarik tentang budi daya anggrek. Selain itu juga dapat menambah teman baru. Syukur2 bisa jadi peluang bisnis yang bagus. Hehehe… Bagaimana caranya mendaftar menjadi member Pai-Bandung Raya? Apakah ada persyaratan khusus? Mohon infonya, terima kasih…

PAI-Bandung :> sahabatku Ryan, selamat datang di kota bandung ini, dan kalau boleh juga kami ucapkan selamat bergabung dengan kami, PAI-bandung, sebagai komonitas anggrek di bandung ini. Untuk detailnya akan kami email anda dan anda bisa datang pada pertemuan rutin kami setiap hari sabtu minggu kedua di Dinas pertanian tanaman pangan PemProv Jabar, jl. suci. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: