PAI Cabang Bandung

ANGGREK SPESIES JAWA BARAT YANG MASIH HIDUP ALAMI DI HABITATNYA, Oleh Romiyadi

Posted on: Januari 16, 2012

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki anggrek spesies terbanyak di dunia. Begitu pula khususnya Jawa Barat juga memiliki anggrek spesies yang sangat beragam. Beberapa buku tentang nama-nama anggrek spesies dan penyebarannya telah dipublikasikan, baik dari mancanegara maupun karya anak bangsa. Kami (Romiyadi dari PAI Bandung) telah mendata spesies-spesies apa saja yang masih hidup alami di habitatnya, khususnya Jawa Barat. Pendataan ini masih terus berlanjut hingga sekarang. Berikut ini beberapa anggrek spesies Jawa Barat yang dapat kami publikasikan berdasarkan “pendataan langsung” ke habitatnya serta kami lampirkan informasi tentang morfologi, agroklimat, dan budidaya. Semoga bermanfaat.

1. Aerides odorata Lour.

  1. Akar: Berbentuk silindris, tebal, dan berdaging. Berwarna putih keperakan dengan ujung akar berwarna hijau keunguan. Akar keluar dari batang utama bagian bawah atau bahkan sampai pertengahan batang utama.
  2. Batang: Tipe monopodial, berbentuk silindris dan tertutup oleh tangkai daun semu. Akan tampak jelas saat tanaman dewasa telah menggugurkan daunnya.
  3. Daun: Berbentuk sabuk (seperti Vanda), tebal dan kaku (coriaceus), dan ujung daun terbelah. Berwarna hijau atau hijau-keunguan saat mendapat sinar matahari penuh. Daun tersusun pada batang utama saling berhadapan dan bergantian. Termasuk tipe daun evergreen.
  4. Bunga: Berwarna putih dengan splash berwarna ungu di bagian ujung sepal dan petal. Petal dan sepal dorsal (sepal atas) berukuran sama dan bagian ujungnya tumpul, sedangkan sepal lateral (sepal bawah) berukuran lebih besar dengan ujung meruncing. Labellum berbentuk seperti kuku macan bila dilihat dari samping atau sepintas mirip dengan kepala badak bercula satu. Tangkai bunga keluar dari ketiak daun, dalam satu tangkai bunga terdapat puluhan kuntum bunga dan beraroma wangi.
  5. Buah: Berbentuk kapsul, berwarna hijau saat muda, dan berubah kekuningan saat tua. Umumnya anggrek ini mudah diserbuki oleh serangga.
  6. Cara perbanyakan: Kultur jaringan (biji), dan stek batang.
  7. Cara Hidup: Merupakan anggrek epifit yang hidup menempel pada tumbuhan lain.
  8. Agroklimat: Dijumpai di habitatnya pada tempat bercahaya terang, tetapi tidak terkena matahari langsung. Adaptasi penyebaran luas dengan ketinggian tempat 0 m – 800 m di atas permukaan laut (dpl), dan sering dijumpai hidup berdampingan dengan Rhynchostylis retusa.
  9. Budidaya: Ditanam pada media yang bersifat porous seperti cacahan pakis atau arang, bisa juga ditanam dengan cara ditempel pada papan pakis atau batang pohon di pekarangan rumah. Lebih indah bila ditanam pada pot gantung. Aerides odorata Lour. merupakan anggrek yang sangat mudah dibudidayakan.

Informasi: Aerides odorata Lour. merupakan anggrek monopodial yang potensial untuk dikembangkan dengan cara hibridisasi (persilangan), karena memiliki tangkai bunga yang cukup panjang, kuntum bunga sangat banyak (showy), serta penampakan bunga yang indah. Memungkinkan untuk disilangkan dengan genus Vanda, Renanthera, Rhynchostylis, Arachnis, Ascocentrum, Phalaenopsis, dan jenis anggrek monopodial lainnya yang memiliki karakteristik hampir sama. Namun anggrek ini masih dipandang sebelah mata oleh kebanyakan masyarakat karena dianggap ketersediaannya di alam masih melimpah sehingga memiliki nilai ekonomis yang relatif rendah.

Aerides odorata / doc: Romiyadi – SahajaOrchids

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: